Menjelajahi Kepulauan
di Papua memang tidak ada habisnya. Berbagai macam tempat yang eksotik dan
menarik selalu saja berhasil menarik para wisatawan lokal maupun wisatawan
asing untuk datang ke Papua. “Hutan dan laut Mu yang membisu selalu…” begitulah
penggalan lagu yang dinyanyikan oleh Trio Ambisi yang menggambarkan kepulauan
indah di tanah Papua.
Raja Ampat adalah Kabupaten Bahari yang tidak ada habis
dan puasnya untuk dibahas. Selalu saja ada hal-hal menarik yang patut untuk
diperbincangkan, dan tentunya selalu saja ada gambar indah yang wajib untuk
dipublikasikan. Suatu kebanggaan bila kita sudah mencapai tdan menginjakkan
kaki di tempat yang dijuluki dengan seribu Pulau tersebut. Menjadi sesuatu yang
kurang bila kita tak menikmati keindahan bawah laut, pantai, dan pasir
putihnya. Tak hanya itu, keindahan alam yang paling nyentrik di Raja Ampat
adalah saat kita naik ke atas gunung dan melihat pemandangan berupa gundukan
pulau-pulau kecil bak jamur yang dikelilingi air yang transparan karena
kejernihannya dan seolah pamer dengan memperlihatkan keindahan dari lautnya.
| Jembatan panjang menuju Danau |
Bersama dengan teman-teman beberapa waktu yang lalu,
kami berlayar menuju pulau Meos pasirnya
lembut sekali dan hampir menyerupai abu. Dari pulau tersebut kami melanjutkan
perjalanan menuju gunung yang mempunyai Danau tersebut, dan siapa yang
menyangka bahwa ternyata tempat tersebut sudah dibangun oleh pemerintah
setempat. Terdapat jembatan kayu yang panjang
untuk kita berjalan menuju Danau tersebut, dan sayangnya saat kita
sampai di Danau, kura-kura putihnya tidak menampakkan diri. Menurut penduduk
Kampung setempat, kura-kura putih itu muncul pada saat pagi hari dan gerimis. Kita
datangnya siang hari dan dalam cuaca panas terik yang siap untuk membakar
kulit, tentu saja kura-kuranya tidak muncul. Kura-kuranya kan albino, tentu
saja takut pada sinar matahari. Tidak putus asa, kamipun lanjut berjalan
mengikuti anak tangga dan saatnya naik-naik ke puncak gunung. Hampir sama
seperti anak tangga yang ada di Grojogan Sewu, Jawa Tengah. Sambil terengah-engah
karna nafas yang sudah hampir putus, sesekali saya tersenyum dan membayangkan
kalau di atas nanti ada papan yang bertuliskan “selamat, anda telah melewati
3000 anak tangga”.
Terlalu lelah karena sudah melewati banyak anak tangga yang
tidak tahu sudah anak yang keberapa, kamipun beristirahat dengan mencoba
membaringkan badan di manapun tempat yang bisa kita pakai untuk berbaring. Serasa
tak kuat untuk berjalan lagi, kamipun pelan-pelan melanjutkan perjalanan.mansuar, dengan tujuan ingin melihat kura-kura putih yang ada di Danau yang terletak di atas gunung. Meskipun sudah sering kita melihat pasir putih, namun saat kita sampai di Kampung tersebut tetap saja mengeluarkan kata “waow”…
| ikan yang tidak takut pada manusia |
Akhirnya sampailah kita di Kampung Sauwandarek. Memang
benar kata pepatah “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Tibalah saatnya
untuk kita memanjakan diri, bercengkerama dengan ikan yang sama sekali tidak
takut dengan manusia. Kita cukup membawakan ikan-ikan itu roti, nasi ataupun
tepung yang sudah dicampur dengan air seperti adonan bakwan, dan ikan-ikan pun
akan berdatangan dan menghampiri kita. Bahkan mereka memakan makanannya
langsung dari tangan kita. Sungguh sesuatu yang kita tidak bisa dapatkan di
tempat lain. Ikan-ikan tersebut seperti ayam yang sedang diberi makan.
| keriangan saat di pasir putih yang timbul di tengah laut |
Dari Kampung Sauwandarek kita menuju pasir putih yang
timbul di tengah laut. Benar saja, belum lagi perahunya berlabuh, satu persatu
dari kami mulai menyeburkan diri di laut dangkal tersebut. Hamparan pasir putih
yang luas itu benar-benar membuat kita tak bisa menahan diri untuk nyebur dan
bermain-main air seperti anak kecil. Saya yang
dasarnya memang tak bisa berenang
saja tak takut, karena kedalaman airnya tidak sampai lutut. Puas bermain air,
hingga kulit mulai mengeriputkan diri, kamipun beranjak pulang.
Meosmansuar dan Sauwandarek adalah segelintir tempat eksotis
yang wajib kita datangi. Masih banyak
pulau-pulau lain dengan nyiur melambai yang menanti kedatangan kita untuk
datang dan membuat sebuah cerita di tempat yang tak habisnya untuk mempesona.