Sabtu, 06 Juli 2013

Bersakit-sakit Dahulu, Bersenang-senang Kemudian


Menjelajahi  Kepulauan di Papua memang tidak ada habisnya. Berbagai macam tempat yang eksotik dan menarik selalu saja berhasil menarik para wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk datang ke Papua. “Hutan dan laut Mu yang membisu selalu…” begitulah penggalan lagu yang dinyanyikan oleh Trio Ambisi yang menggambarkan kepulauan indah di tanah Papua.
Raja Ampat adalah Kabupaten Bahari yang tidak ada habis dan puasnya untuk dibahas. Selalu saja ada hal-hal menarik yang patut untuk diperbincangkan, dan tentunya selalu saja ada gambar indah yang wajib untuk dipublikasikan. Suatu kebanggaan bila kita sudah mencapai tdan menginjakkan kaki di tempat yang dijuluki dengan seribu Pulau tersebut. Menjadi sesuatu yang kurang bila kita tak menikmati keindahan bawah laut, pantai, dan pasir putihnya. Tak hanya itu, keindahan alam yang paling nyentrik di Raja Ampat adalah saat kita naik ke atas gunung dan melihat pemandangan berupa gundukan pulau-pulau kecil bak jamur yang dikelilingi air yang transparan karena kejernihannya dan seolah pamer dengan memperlihatkan keindahan dari lautnya.
Jembatan panjang menuju Danau
Bersama dengan teman-teman beberapa waktu yang lalu, kami berlayar menuju pulau Meos pasirnya lembut sekali dan hampir menyerupai abu. Dari pulau tersebut kami melanjutkan perjalanan menuju gunung yang mempunyai Danau tersebut, dan siapa yang menyangka bahwa ternyata tempat tersebut sudah dibangun oleh pemerintah setempat. Terdapat jembatan kayu yang panjang  untuk kita berjalan menuju Danau tersebut, dan sayangnya saat kita sampai di Danau, kura-kura putihnya tidak menampakkan diri. Menurut penduduk Kampung setempat, kura-kura putih itu muncul pada saat pagi hari dan gerimis. Kita datangnya siang hari dan dalam cuaca panas terik yang siap untuk membakar kulit, tentu saja kura-kuranya tidak muncul. Kura-kuranya kan albino, tentu saja takut pada sinar matahari. Tidak putus asa, kamipun lanjut berjalan mengikuti anak tangga dan saatnya naik-naik ke puncak gunung. Hampir sama seperti anak tangga yang ada di Grojogan Sewu, Jawa Tengah. Sambil terengah-engah karna nafas yang sudah hampir putus, sesekali saya tersenyum dan membayangkan kalau di atas nanti ada papan yang bertuliskan “selamat, anda telah melewati 3000 anak tangga”.
Terlalu lelah karena sudah melewati banyak anak tangga yang tidak tahu sudah anak yang keberapa, kamipun beristirahat dengan mencoba membaringkan badan di manapun tempat yang bisa kita pakai untuk berbaring. Serasa tak kuat untuk berjalan lagi, kamipun pelan-pelan melanjutkan perjalanan.
mansuar, dengan tujuan ingin melihat kura-kura putih yang ada di Danau yang terletak di atas gunung. Meskipun sudah sering kita melihat pasir putih, namun saat kita sampai di Kampung tersebut tetap saja mengeluarkan kata “waow”…
ikan yang tidak takut pada manusia
 Akhirnya sampailah kita di Kampung Sauwandarek. Memang benar kata pepatah “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Tibalah saatnya untuk kita memanjakan diri, bercengkerama dengan ikan yang sama sekali tidak takut dengan manusia. Kita cukup membawakan ikan-ikan itu roti, nasi ataupun tepung yang sudah dicampur dengan air seperti adonan bakwan, dan ikan-ikan pun akan berdatangan dan menghampiri kita. Bahkan mereka memakan makanannya langsung dari tangan kita. Sungguh sesuatu yang kita tidak bisa dapatkan di tempat lain. Ikan-ikan tersebut seperti ayam yang sedang diberi makan.
keriangan saat di pasir putih yang timbul di tengah laut
Dari Kampung Sauwandarek kita menuju pasir putih yang timbul di tengah laut. Benar saja, belum lagi perahunya berlabuh, satu persatu dari kami mulai menyeburkan diri di laut dangkal tersebut. Hamparan pasir putih yang luas itu benar-benar membuat kita tak bisa menahan diri untuk nyebur dan bermain-main air seperti anak kecil. Saya yang
dasarnya memang tak bisa berenang saja tak takut, karena kedalaman airnya tidak sampai lutut. Puas bermain air, hingga kulit mulai mengeriputkan diri, kamipun beranjak pulang.
Meosmansuar dan Sauwandarek adalah segelintir tempat eksotis yang wajib kita datangi.  Masih banyak pulau-pulau lain dengan nyiur melambai yang menanti kedatangan kita untuk datang dan membuat sebuah cerita di tempat yang tak habisnya untuk mempesona.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar